Sang Petani
Kisah Petani Desa
Kisah Petani Desa

Dipagi hari yang cerah matahari menampakkan sinarnya dengan penuh kehangatan, yang bisa dirasakan setiap insan yang beraktifitas di pagi hari itu. Tak terkecuali Pak Kardi yang akan pergi ke sawah, Pak Kardi pergi ke sawah setiap saat yaitu pada pagi hari dan pulang ketika sore tiba.
Pagi itu pak Kardi ingin memasang orang-orang an sawah karena menjelang musim panen ketika padi sudah mulai menguning banyak burung-burung yang berterbangan di sawah. Burung-burung ini sangat menganggu karena memakan padi yang akan dipanen, sehingga pada musim panen tiba para petani disawah memasang orang-orang an di sawah, dengan tujuan burung yang akan memakan padi tidak berani mendekat.
Dengan hati yang penuh dengan kegembiraan pak Kardi berangkat ke sawah melewati hamparan hijau yang luas dan ada rasa kekaguman atas penciptaan Tuhan yang sungguh indah. Pak Kardi dikenal sebagai seorang yang ramah sehingga dia selalu menyapa dan memberikan senyuman jika melewati petani yang berada di sawah.
Sesampainya di sawah pak Kardi memasang orang-orang an sawah di sisi sebelah kanan dan juga kiri dengan diberi sebuah lonceng, dan ketika ada burung yang datang orang-orang an tersebut digerakkan sehingga burung akan terbang dengan sendirinya.
Pada siang hari Pak Kardi istirahat di bawah pohon sambil memperhatikan padinya yang mulai menguning, sesekali terdapat burung pipit yang asyik menikmati biji padi namun hanya sebagian burung-burung itu yang pergi. Tetapi Pak Kardi tidak pernah merasa putus asa agar mendapatkan padi yang berkualitas dan baik.
Pak Kardi sangat telaten merawat sawahnya agar bisa menghasilkan padi yang berkualitas baik, mulai dari menyabut rumput yang tumbuh disekitar sawah juga mengairi padi dengan air dan memberikan obat secara rutin.
Cerita anak Sang Petani...Sri Yanti
Komentar
Posting Komentar